Kamis, 31 Januari 2013

For My Daddy, Dedy...

0 komentar
"Kakak udah sampe?" 
"Iya, kakak udah sampe kantor kok."  

Begitu bukan percakapan rutin kita, yah? 10 menit setelah ayah menurunkan kakak. Tidak perlu khawatir, yah. Hari ini cuaca sangat bagus, tidak ada hujan dan tidak ada banjir. Handphone kakak pun aktif, kan? Tidak seperti hari itu hehe... Maaf ya yah kalau hari itu ayah jadi super khawatir karna kakak gak jelas keberadaannya. Hari itu juga sebenernya sih kakak rasanya mau nangis aja, ngeliat banjir dimana-mana. Sendirian dan gak bisa renang pula hehe...

Yah, ini surat kedua kakak untuk ayah kan? Ayah masih inget gak kakak pernah ngirim surat juga setahun yang lalu. Kalau tahun lalu, surat buat ayah itu ada di hari kedua. Tapi sekarang ada di hari terakhir di bulan pertama. Ada maknanya lho, yah. Terakhir itu selalu identik dengan perpisahan, yang selalu identik dengan kesedihan. Dan pertama selalu identik dengan pertemuan, pertemuan juga lebih indentik dengan kebahagiaan. Ya walaupun maknanya emang agak sedikit maksa sih yah, tapi kakak berharap sampai hari terakhir kita, kita akan selalu bahagia.

Yah, tau engga kalo kakak punya panggilan baru dari orang kantor yaitu, "anak papi". Gara-gara kakak menghilang beberapa jam itu dan ayah panik nelponin kantor mulu, yaudah terciptalah panggilan itu. Kakak malu sih dengan panggilan itu. Eits, bukan karena kakak malu jadi anak ayah tapi karena mereka, yang cuma denger nada suara ayah melalui telpon, bisa bilang ayah itu sayang banget sama kakak. Sedangkan? Kakak sendiri acuh tak acuh sama ayah. Mereka pikir kita itu dekat banget yah. Padahal nyatanya kita gak sedekat yang mereka pikir. 

Yah, melalui surat ini kakak mau minta maaf sama ayah untuk semua yang pernah kakak lakuin. Untuk setiap tetes air mata ayah karena kakak, kakak minta maaf. Yah, semuanya juga bukan kesalahan ayah. Semuanya karena kita yang kurang saling mengerti. Karena kakak yang terlalu egois dan jalan pikiran ayah yang terlalu rumit kakak mengerti. Perlahan, kakak janji untuk mengikis sedikit demi sedikit keegoisan kakak. Kakak juga akan selalu belajar melihat segala sesuatu dari sudut pandang ayah. Kelak, kakak adalah salah satu orang yang paling mengerti ayah, selain mama. Janji.

Yah, terima kasih untuk segala cinta yang tanpa akhir untuk kakak. Bahkan saat kakak menjauh, ayah tetap ada, dengan cinta yang tidak berkurang sedikit pun. Terima kasih untuk segala pengorbanan ayah untuk kakak. Ayah jangan pernah lagi bilang "Maaf ya kak, ayah cuma bisa begini." Karena untuk kakak, segala yang ayah lakukan sudah sangat lebih dari cukup. Kakak yah yang harusnya minta maaf, karena pengorbanan ayah belum bisa kakak ganti. Bahkan mungkin gak akan pernah sanggup kakak ganti. Terima kasih ya yah untuk segalanya.

Yah, ketika kelak nanti ada seseorang pria yang datang menemui ayah untuk meminta kakak menjadi pendampingnya, tolong ajarkan dia bagaimana cara mencintai kakak. Karena hanya ayah pria yang paling paham betul cara mencintai kakak. Ajarkan dia cara mencintai kakak dengan sederhana, tanpa berlebihan tapi selalu menjadikan kakak yang paling spesial. Ajarkan dia juga cara ayah mencintai keluarga mama layaknya keluarga ayah sendiri. Ajarkan dia bagaimana bersikap serius namun romantis dan tetap humoris. Ajarkan dia cara setia walau disekitar banyak penggoda. Ajarkan dia cara bertanggung jawab sebagai kepala keluarga. Karena kakak selalu menyukai cara ayah melakukan semua itu.

Yah, masih sama seperti surat satu tahun lalu. Kakak lagi-lagi baru bisa berjanji untuk membuat ayah bangga sama kakak. Maaf ya yah. Ayah mau kan bersabar sedikit lagi? Kakak masih dan sedang berjuang untuk ayah, untuk mama dan juga diru. Tolong ridhoi segala yang kakak lakukan selama itu bermanfaat, karena kakak sangat meyakini ridho ayah dan mama lah penentu lain dalam keberhasilan kakak. Amini segala mimpi-mimpi kakak ya, yah.



With Love,


Your little daughter, Qifthi.

Rabu, 30 Januari 2013

Kamu, Calon Imamku...

0 komentar
"Jika namamu yang tertulis di Lauhul Mahfudzku, niscaya rasa cinta itu akan Allah tanamkan dalam diri kita."

Assalamualaikum, calon suamiku...
Apa kabar kamu? Bagaimana pagimu? Tidakkah kamu lupa untuk subuh berjamaah? Semoga tidak :) Jangan lupa pula untuk sarapan sebelum mengawali harimu. Perut yang kosong tidak baik untuk beraktifitas. Makanlah seadanya dulu, kelak aku akan membuatkanmu sarapan setiap paginya. Jangan khawatir dengan masakanku, kelak masakanku lah makanan favoritmu. Bekerjalah dengan semangat! Dengan penuh ikhlas hingga semua tidak akan terasa berat. Jangan lupa untuk menyempatkan Dhuha, sisipkan namaku dalam tiap doamu.

"Tugasku bukan mencari dirimu, tetapi mensolehkan diriku."

Aku? Disini aku baik-baik saja. Aku pastikan aku menjaga diriku dengan sebaik-baiknya. Kamu tidak perlu khawatir, Allah selalu hadir untuk menjagaku. Pagiku juga indah, hanya saja aku bahkan sudah merindukan subuh berjamaah denganmu. Setiap pagi aku juga sarapan dengan baik, ya walaupun memang bukan masakanku, tapi aku selalu belajar untuk mengingat rasa dari setiap makanan itu. Jadi, kelak aku bisa membuatkannya untukmu. Oh ya, kamu tau? Aku selalu berangkat pagi-pagi buta untuk bekerja. Tapi tidak perlu cemas, aku menyukainya. Udara pagi begitu menyejukkan. Calon imamku, sama sepertimu yang akan selalu menyisipkan namaku dalam doamu, aku juga akan melakukan hal yang sama. 

"Wahai seseorang yang telah tertulis dalam Lauhul Mahfudzku, imamku, dan ayah dari anak-anakku dalam perjalanan hidupku nanti. Aku percaya kau sedang memperbaiki dirimu, membolehkan dirimu untuk menjadi imam kepada tulang rusukmu dan buah hatimu kelak."

Kamu, apapun yang sedang kamu lakukan, aku percaya semua itu akan membawamu menjadi pribadi yang lebih baik. Karena aku pun sedang melakukan hal yang sama. Biarlah waktu menemukan kita dalam sebaik-baiknya waktu. 

Kamu, siapapun kamu, semoga kamu bukanlah orang yang pernah menorehkan luka dalam hatiku. Karena aku percaya sesuatu yang baik harus diawali dengan baik. Mari kita mulai sejarah kita dengan indah, dalam sebaik-baiknya perasaan.

Kamu, dimanapun kamu berada, aku yakin selalu ada Allah di hatimu. Dengan begitu aku bisa percaya, aku menunggu orang yang tepat. Di sini, di hatiku, akan aku pastikan selalu ada Allah di dalamnya. Hingga kelak kita bisa berjumpa dalam alasan yang sama yaitu mencintai-Nya.

Kamu, calon imamku...
Jangan tergesa-gesa untuk menemukanku. Persiapkanlah dirimu dengan sebaik-baiknya, karena kamu adalah jalanku menuju surga. Aku pun tidak akan tergesa-gesa untuk menemukanmu, aku akan mempersiapkan diriku dengan sebaik-baiknya, agar kelak aku mampu menjadi pemberat pahalamu di hari akhir. Sekarang yang perlu kita lakukan adalah menutup rapat-rapat pintu hati kita untuk orang lain. Hingga pada saatnya tiba, hatimu akan menjadi kunci untuk hatiku. Begitu pun sebaliknya.

Dari, aku yang menunggumu dihari pernikahan kita.


Calon Istrimu.

Selasa, 29 Januari 2013

Surat Cinta Untuk Kotaku, Belitungku...

0 komentar
Rindu.
Hanya kata itu yang terlintas di benak ku saat aku mendengar nama mu.
Bahkan rindu tak cukup mampu menjelaskan betapa aku ingin jumpa.
Aku merindukan setiap sudut keindahan mu..
Aku merindukan sinar mentari di ufuk timur mu..
Aku merindukan kelembutan setiap butiran pasir putih mu..
Aku merindukan senyum keramahan penduduk mu..

Sudah berapa lama kita tidak jumpa? Ah~ sudah 5 tahun aku tak mengunjungi mu. Sudah lama sekali ternyata.... pantas saja aku begitu merindukan mu. Oh iya, setahun setelah mengunjungi mu, aku jatuh sakit, saat itu tante yati sedang ada di sini. Ia bilang, aku jatuh sakit karena mu. Katanya, karena aku mengabadikan salah satu pakaian pengantin yang biasa penduduk mu pakai. Tante yati bilang ada penghuni yang tidak senang. Saat setelah aku mengabadikan itu kamera ku juga rusak karena terjatuh ke pasir putih mu. Sampai saat ini, kamera itu juga tidak bisa diperbaiki. Tante yati bilang itu juga karena sebab yang sama. Benarkah? Penghuni mu tidak senang? Jika iya, sampaikan maaf ku untuk nya.

Setahun lalu juga aku sempat berencana untuk mengunjungi mu, namun ternyata batal karena ada hal mendesak di sini. Ah~ mungkin semesta iri karena aku terlalu mencintai dan merindukan mu, jadilah ia tidak mengijinkan kita berjumpa. Kelak aku akan membujuk semesta agar kita bisa berjumpa. Dan ketika kita berjumpa nanti, bolehkah aku tetap mengabadikan setiap sudut keindahan, kehangatan, keramahan dan kelembutan mu? Tidak dengan kamera ku, namun dengan mata hati ku.

Doakan aku berhasil membujuk semesta ya.


Dari aku yang merindukanmu, Belitung ku.

Senin, 28 Januari 2013

Halo Senin~!!

0 komentar
Pagi, Senin.
Rasanya aku tidak perlu lagi menanyakan kabar mu, karna kita sudah saling menyapa bahkan sejak matahari dan bulan belum saling bertemu untuk berganti tugas. Pagi ini aku menyapa mu dengan senyum dan semangat, semoga itu mampu membuat kita bersahabat sampai perpisahan kita malam nanti. 

Senin...
Kamu tidak perlu sedih, aku bukan seperti mereka-mereka yang membenci mu. Aku menyukai mu. Ah~ iya memang dulu aku juga seperti mereka yang selalu mengumpat dan membenci kedatangan mu. Tapi sekarang tidak lagi. Serius. Sekarang aku adalah salah satu fans mu. Aku menyukai mu! Kenapa aku menyukai mu? Karena kita sama. Kita sama-sama anak pertama. Jangan tertawa mendengar alasan ku itu. Kamu adalah anak pertama dari hari. Sebagai anak pertama, aku mengerti bagaimana rasanya menjadi kamu. Kadang mereka lebih memanjakan adik-adik kita, kan? Mereka lebih memanjakan adik bungsu mu, si minggu itu, kan? Tapi, tenang saja. Aku menyukai mu. Jujur saja, aku kadang bingung dengan cara kerja adik bungsu mu itu. Bagaimana bisa dia membuat aku dan mereka-mereka itu seharian hanya menjadi seorang pemalas? Membosankan. Hey~ tapi jangan bilang-bilang adik bungsu mu ya. 

Senin...
Aku menyukai mu karena menurut ku, kamu adalah penentu suasana hati ku untuk melewati adik-adik mu itu, si selasa, rabu, kamis, jumat, sabtu dan minggu. Aku juga selalu suka dengan cara mu menyapa aku dan mereka yang membenci mu itu, selalu penuh hangat. Kamu bahkan selalu menggantungkan harapan-harapan baru untuk kami. Kamu menyadari tidak, mereka yang membenci mu itu lucu. Coba kamu pikir, mereka teriak-teriak membenci mu, mengumpat mu dan menyalahkan kedatangan mu tapi mereka selalu mempersiapkan waktu lebih awal untuk menyambut mu. Lucu, kan? Mereka bahkan tidak pernah benar-benar membenci mu. Mereka hanya tidak tau, jika tidak ada kamu, adik bungsu mu si minggu itu tidak akan menjadi spesial. 

Jadi, jangan bersedih ya senin! Selalu lah sapa aku dan mereka dengan hangat. Kali ini mungkin aku yang menyadari jika kamu menyenangkan tapi mungkin nanti mereka juga akan menyadarinya. 


Tertanda,



Fans baru mu ^^



Ps: Salam untuk adik-adik mu ya, sampaikan padanya aku juga menyukai mereka ^^9


Minggu, 27 Januari 2013

Balas melalui mimpi ya, nek...

0 komentar
Teruntuk Nenek Upi..

Apa kabar nek? Bagaimana disana? Allah pasti menjagamu dengan baik. Nenek bahagia pasti ya. Qifthi rindu~
Qifthi? Disini qifthi baik-baik saja kok nek, dan akhir-akhir ini ada saja yang membuat qifthi tertawa. Tapi, tawa itu tetap tidak mampu menutupi rasa rindu untuk nenek.
Mama? Mama juga baik-baik saja. Kami (qifthi dan diru, nenek belum pernah bertemu dengan diru karena 3 bulan sebelum diru lahir nenek sudah pergi) sudah bisa menjaga mama. Walau kadang sesekali mama menangis karena merindukanmu. 
Ayah? Tentunya ayah juga baik. Walau ia sering mengeluh letih, tapi ia masih saja ngeyel untuk tetap bekerja. Katanya, ia ingin membuat kami bahagia.
Diru? Nenek ingin tau seperti apa ya diru? Diru nakal nek. Susah sekali untuk dinasehati. Tapi, jangan khawatir, ia begitu mencintai mama, ayah dan tentunya qifthi. Ya, walaupun dia tidak pernah bilang.

Nek, tau kah? Mama dan tante dian berebut untuk kelak juga tinggal dirumah terakhirmu. Mereka bilang, mereka ingin nenek peluk agar mereka tidak kesepian. Aku juga ingin. Bolehkah?

Nek, sudah 15 tahun semenjak kepergianmu. Qifthi masih ingat dengan jelas, hari nenek pergi. Saat itu qifthi satu-satunya anak kecil yang menangis dan berada tepat disamping nenek. Qifthi juga masih ingat wajah nenek terakhir kali. Nenek cantik. Putih sekali. Oh iya! Nenek juga tersenyum bahagia. Ah~ rasanya qifthi tidak perlu menangis kala itu. Bukankah nenek sendiri pergi dengan bahagia? Lalu apa yang perlu qifthi tangisi? Maaf ya nek, karena tangis qifthi itu mungkin nenek pergi dengan penuh cemas.

Nek, kata orang, orang baik itu selalu pergi dengan cepat. Allah tidak membiarkan mereka lebih lama berurusan dengan hal duniawi yang tidak ada habisnya. Qifthi rasa itu benar. Betapa Allah menyayangi nenek. Allah tidak membiarkan nenek ikut pusing dengan masalah yang kini berdatangan. Tapi, nenek tidak perlu khawatir. Qifthi percaya Allah selalu mendampingi kami disini.

Nek, sekarang cucumu ini sudah punya nafsu makan yang besar. Bayangkan, qifthi yang dulu sampai nangis padahal hanya disuruh makan, sekarang bahkan bisa empat sampai lima kali makan dalam sehari. Oh iya! Disini sekarang sudah jarang ada ondel-ondel. Qifthi masih inget deh, dulu waktu nenek nyuruh ondel-ondelnya berhenti untuk istirahat dirumah, malah nenek sampai menyediakan makan dan minum untuk mereka, padahal saat itu cucu nenek ini menangis sesegukan karena ketakutan. Tapi sekarang walaupun kadang masih suka kaget kalau liat ondel-ondel, qifthi gak sampe nangis kok. Qifthi nurut kan sama nenek untuk gak gampang nangis?

Surat ini qifthi tulis dikantor, nek. Iya. Cucu mu yang dulu hanya bisa menangis karena dimarahi ayah, sekarang sudah bekerja. Bulan depan juga qifthi akan melanjutkan S1. Doakan ya, nek. Semoga setiap langkah qifthi dipermudah oleh Allah. Seperti yang dulu nenek bilang, "Qifthi harus jadi anak pintar. Qifthi harus bisa buat mama dan ayah bangga." Sekarang qifthi masih dan sedang berusaha untuk itu.

Nek, ada banyak sekalii yang ingin qifthi ceritakan. Tapi jika semuanya qifthi tulis disini, entah akan sepanjang apa surat ini. Balas surat ini ya nek, melalui mimpi. Disana qifthi akan bercerita banyak denganmu. Qifthi juga ingin mendengar seperti apa tempatmu disana. Qifthi tunggu balasan nenek. Qifthi tunggu nenek hadir dimimpi qifthi.


Love,



Cucu kesayanganmu, Qifthi.
 

cinderlila's diary Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template