Kamis, 17 September 2020

Day 4; Tempat Yang Ingin Dikunjungi

0 komentar

Masih dalam rangka #30DaysWritingChallenge hari keempat, tema hari ini adalah "Places You Want to Visit". Kalau ngomongin tempat yang ingin dikunjungi wah pastinya banyak banget. Apalagi sejak awal tahun ini, semua orang terpaksa tidak pergi kemana-mana karena pandemi ini. Saya juga sama, punya banyak tempat yang sangat saya rindukan untuk saya kunjungi, dari sekedar cafe favorite saya bertemu dengan teman, resto favorite saya dan keluarga, suasana alam sampai bahkan saya pernah berada di momen saya rindu suasana kantor dan ingin banget bisa segera kembali ke kantor.

Tapi dari semua itu, kalau saya harus menyebutkan tempat yang sangat ingin saya kunjungi setelah pandemi ini berakhir, saya ingin banget bisa ke Rumah Tuhan saya; Baitullah. Iya, saya ingin banget ke sana apalagi di umur saya yang udah segini, saya belum pernah ke sana. Saya ingin banget mengucap syukur secara langsung di sana karena saya masih dikasih kesempatan untuk bertahan dan tetap hidup di tengah situasi seperti sekarang ini. 

Kalian tau gak? Nulis ini aja saya jadi pengen nangis ngebayangin kira-kira setelah tulisan ini saya post, apakah saya sungguh masih dikasih kesempatan untuk tetap hidup dan mewujudkan keinginan saya itu?

Semoga. Semoga kita semua masih bisa bertahan dan bisa mengunjungi tempat-tempat yang kita impikan ya setelah semua ini berlalu. Aamiin.

Oh iya saya lupa, kamu mau kan nemenin saya berkunjung ke sana?

Rabu, 16 September 2020

Day 3; A Memory

0 komentar

Tulisan ketiga untuk #30DaysWritingChallenge kali ini temanya "A Memory". Buat saya, tema hari ini agak berat, saya bahkan gak tau memory atau kenangan yang bagaimana yang dimaksud, kenangan apa yang harus saya ceritakan? Dan kalau diingat-ingat, bahkan gak ada kenangan yang melintas di pikiran saya untuk saya ceritakan. Gimana dong ini?

Ah! Ada satu hal yang tiba-tiba melintas di pikiran saya tentang kenangan. Salah satu teman terdekat saya pernah bilang ke saya beberapa waktu lalu, "Kalau kata SangTae Oppa, kenangan buruk gak perlu dilupakan, cukup ditimpa saja dengan kenangan yang membahagiakan." kurang lebih begitu, saya juga lupa detailnya. Teman saya ini bukan orang yang pandai berkata-kata, jadi kutipan tadi itu dia dapatkan dari Drama Korea yang dia tonton.

Saya gak setuju saat itu. Buat saya, kenangan buruk harus terlebih dulu enyah dari pikiran saya supaya saya bisa bahagia, berbahagia dan membahagiakan. Tapi kalau dipikir-pikir lagi, sepertinya ada benarnya. Karena sesungguhnya semakin berusaha saya melupakan kenangan buruk tersebut, fokus saya hanya berada pada kenangan buruk tersebut, kalau terus berfokus pada kenangan itu bagaimana bisa itu dilupakan? 

Namun jika fokusnya saya balik dengan saya menciptakan kenangan-kenangan bahagia dari setiap hal yang terjadi di hidup saya, serpertinya kenangan buruk tersebut tidak akan lagi punya tempat di server kenangan di pikiran saya. 

Jadi, gimana kalau saya dan kamu mulai menciptakan kenangan-kenangan bahagia untuk kita?

Selasa, 15 September 2020

Day 2; Yang Membuat Saya Bahagia

0 komentar
Tulisan kedua untuk #30DaysWritingChallenge, tema hari ini adalah hal-hal yang membuat saya bahagia. Ditulis sepagi ini bukan karena saya terlalu excited sama challenge ini sih, cuma karena saya kebangun dan sambil nunggu subuh berkumandang. Saya jadi inget, tahun-tahun lalu betapa saya pernah cukup kesulitan untuk bisa tidur tanpa rasa cemas dan baru bisa tidur dengan tenang setelah saya mendengar adzan subuh dan sudah harus bangun lagi 2 jam kemudian, berulang hampir setiap hari. Dan beberapa bulan ini, saya sudah bisa tidur cukup dan tenang tanpa perlu menunggu subuh berkumandang. Rasanya ini juga jadi salah satu hal yang bikin saya bersyukur dan bahagia. 

Kalau ada hal-hal lain yang membuat saya bahagia di tengah pandemi seperti sekarang ini, mungkin jawabannya masak. Saya gak mau berterima kasih sama pandemi ini sih, gimana pun pandemi ini bukan hal yang diharapkan oleh banyak orang, tapi selama PSBB awal pandemi, saya yang sebelumnya gak pernah tau kalau masak itu menyenangkan akhirnya jadi tau. Meski ya tetap aja menurut saya masak itu capek, apalagi bagian bersih-bersih peralatan setelahnya. Tapi ternyata saya menemukan satu hal menyenangkan dari masak; i feel loved ketika orang lain menyukai masakan hasil karya saya yang kadang masih belum sempurna.

Apalagi ya yang membuat saya bahagia? 

Sebenarnya sebagai orang yang memiliki love language "Words of Affirmation", mendengarkan perhatian dan sedikit pujian atas yang saya lakukan saja sudah bisa bikin hari saya cerah ceria. Mengetahui bahwa ada orang lain yang meng-appreciate hal-hal yang saya lakukan serandom apapun itu bisa bikin saya senyum lebar sepanjang hari. Terima kasih ya! 

Oh! Ada satu hal lagi yang bikin saya bahagia akhir-akhir ini, disapa dan balas chat kamu. Hehe

Senin, 14 September 2020

Day 1; Kepribadian Saya?

0 komentar

 Wah ternyata udah lama banget ya blog ini gak pernah lagi ada isinya. Gak tau sebenernya saya sibuk sama apa sampai gak ada waktu buat ngisi blog ini. Padahal kalau dipikir-pikir saya sering banget "nyampah" di Instagram story atau twitter tentang banyak hal. Postingan saya terakhir terlihat menyedihkan ya? Gak terasa ternyata udah satu tahun lebih. Sekarang saya feel much better :")

Duh, intro saya kelamaan nih. Jadi setelah satu tahun lebih saya gak buka blog, hari ini saya kembali dalam rangka #30DaysWritingChallenge selama PSBB. Kalau dipikir-pikir kayaknya yang bisa bikin saya kembali nulis di blog adalah Challenge 30 Hari Menulis deh, sama kalau jatuh cinta sih. Hehe.

Jadi, hari ini saya harus menceritakan kepribadian, watak atau karakter saya, yang sebenarnya saya juga bingung sih. Yang saya paling tau, sebagai Taurus saya super keras kepala. Sebentar deh, gak tau apakah emang karena zodiaknya atau emang ya didikan sebagai anak pertama dan perempuan ngebentuk saya jadi keras kepala. Buat saya sendiri, saya lebih suka dibilang gigih dibanding keras kepala karena saya masih mau kok dengerin nasihat dan saran orang, meski ya saya lebih cenderung ngikutin kemauan saya sendiri sih. Jadi, sebenarnya saya keras kepala atau gigih kalau seperti ini?

Selain itu, saya adalah orang yang paling anti sama yang namanya minta tolong, kalau bisa semua saya lakuin sendiri ya saya aja. Sebenarnya bukan anti sih, tapi saya cuma gak mau ngerepotin orang. yang akhirnya berujung bikin saya struggle banget setahun belakangan ini karna ternyata saya udah out of limit. Kalau ini, jadinya disebut apa? Mandiri atau maksain diri? Hehehe

Hmm... apalagi ya? 

Saya gak tau banyak tentang diri saya. Meski saya suka banget cuap-cuap tentang banyak hal tapi bukan berkomentar tentang hidup orang lain ya, saya cenderung gak kenal sama diri saya. Mungkin kamu bisa bantu kasih tau saya gimana kepribadian saya?

Sebentar, kalau ada satu hal lagi yang saya tau tentang diri saya, saya lebih sayang kamu daripada diri saya sendiri. 

Kamis, 04 Juli 2019

Biarlah...

0 komentar

Juli 2019,

Hari keempat di bulan Juli. Bulan ketujuh di tahun ini. Tahun kedua puluh delapan di hidup ini.

Tidak ada yang ingin aku ceritakan karena rasanya tidak ada pula yang kan mendengarkan.

Tidak ada yang ingin aku bagikan karena rasanya tidak ada pula yang kan menyampaikan.

Tidak ada senang yang aku rasakan meski tidak henti tawa aku perdengarkan.

Tidak ada sedih yang aku inginkan meski tidak tau lagi bagaimana harus aku hilangkan.

Berkali-kali aku hembuskan nafas kencang-kencang berharap sesak segera menghilang.

Berkali-kali aku dendangkan lagu ceria berharap senang kan kembali datang.

Berkali-kali aku hempaskan banyak kata yang berharap dapat tersampaikan.

Berkali-kali aku gagalkan air mata yang berdesakan untuk dikeluarkan.

Biarlah semua bergejolak jadi satu. Kelak semuanya kan hilang seiring waktu. Atau menghilang bersama raga yang tidak lagi ada.

 

cinderlila's diary Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template