Teruntuk aku di masa depan.
Saat kamu membaca surat ini, saat itu pula aku telah menjadi kamu. Aku menulis surat ini sembari menerawang jauh ke masa depan, membayangkan bagaimana aku kelak menjadi kamu. Sejuta rasa penasaran hadir ketika aku membayangkannya. Namun tidak aku pungkiri, tidak sedikit kecemasan yang aku pikirkan tentangmu. Bukan! Bukan karna aku tidak mempercayai bagaimana kelak kamu menjalani hidup sebagai aku. Namun, aku cemas bagaimana jika kelak aku menyisakan sejuta masalah untuk kamu selesaikan. Jika, hal itu terjadi, aku percaya kamu akan lebih baik daripada aku.
Ketika aku berpikir tentangmu, ada banyak tanya yang sebenarnya ingin aku tanyakan. Seperti, bagaimana kelak kamu atau aku di masa depan dapat membahagiakan hidupku dan orang di sekelilingku. Dan seperti, siapa yang ternyata akan mendampingi kamu atau mendamipingi aku di masa depan. Ah~ aku pensaran! Jika boleh aku meminta, siapapun orang itu, kamu harus menjadi seseorang yang terbaik untuknya. Karna seseorang itu telah memilih kamu daripada aku. Aku juga akan berusaha menjaga hatiku, agar kelak kamu mendapatkan seseorang yang terbaik untukmu.
Aku di masa depan,
Sekarang, aku sedang berusaha untuk mengumpulkan bekal kebahagiaan untukmu. Aku sedang berusaha mengubur rasa sedih agar kelak tidak ada air mata kesedihan mengalir dari matamu. Aku sedang berusaha mencari solusi untuk setiap permasalahan agar kelak kamu bisa berjalan menyusuri dunia dengan tenang. Sampai waktu itu tiba, tolong sedikit bersabar. :)
Dari aku, masa lalu mu.
Selasa, 15 Januari 2013
Senin, 14 Januari 2013
Surat cinta untuk Sang Pemilik Kehidupan...
Kepada,
Dear Allah, Tuhanku Yang Maha Mengetahui...
Ini adalah
surat pertamaku dalam #30HariMenulisSuratCinta tahun ini. Juga menjadi
surat pertama yang aku tujukan kepada-Mu. Dalam surat ini, izinkan aku
untuk bercerita kepada-Mu. Tentunya, Engkau sudah mengetahui apa yang
pernah terjadi, yang terjadi hari ini dan bahkan yang akan terjadi
kepadaku.
Allah, Tuhanku Yang Maha Mengerti...
Aku adalah hamba-Mu yang
terkadang terbesit keraguan dalam hatiku tentang kasih sayang-Mu. Aku
adalah hamba-Mu yang terkadang tidak menyadari kehadiran-Mu dalam setiap
masalahku. Aku adalah hamba-Mu yang terkadang tidak mengerti tentang
cara-Mu menjadikan aku dewasa. Aku adalah hamba-Mu yang sering kali
merasa Engkau tidak ada untukku ketika aku terjatuh. Dan, Aku adalah
hamba-Mu yang teradang melupakan-Mu ketika bahagia menghampiriku.
Allah, Tuhanku Yang Maha Mendengar...
Terima
kasih karna Engkau telah menjadi pendengar setiaku selama ini. Menjadi
tempat aku mengeluh, walau tidak seharusnya aku mengeluh kepada-Mu.
Menjadi tempatku untuk berbagi duka. Menjadi tempat satu-satunya aku
meminta semua yang aku inginkan. Bahkan, sesekali aku melampiaskan
kemarahanku kepada-Mu. Namun, terkadang aku melupakan-Mu ketika bahagia
menghampiriku.
Allah, Tuhanku Yang Maha Memaafkan...
Maafkan aku untuk segala
keluhan kepada-Mu selama hidupku. Maafkan aku untuk segala kesalahan
yang pernah aku lakukan. Maafkan aku jika pernah aku melakukan
larangan-Mu. Maafkan aku untuk segala keegoisanku. Maafkan aku untuk
setiap detik yang aku lewatkan untuk bersyukur kepada-Mu. Maafkan aku
untuk segala kesibukanku yang membuatku melupakan-Mu. Maafkan aku untuk
semua sedih yang menjadikanku berpikir negatif terhadap-Mu. Maafkan aku
untuk setiap kebahagiaan yang menjadikan aku melupakan-Mu. Maafkan aku
untuk setiap kata yang tidak aku gunakan untuk mengagungkan-Mu. Maafkan
aku untuk setiap langkah yang tidak aku tuju untuk mendekat kepada-Mu.
Allah, Tuhanku Yang Maha Menyayangi...
Terima
kasih karna Engkau telah memberiku kasih sayang yang abadi, yang tidak
akan pernah aku dapatkan kecuali dari-Mu. Terima kasih karna Engkau
telah menitipkan aku kepada orang tua yang begitu menyayangiku. Terima
kasih karna Engkau telah memberiku nikmat yang tidak akan pernah bisa
terhitung. Terima kasih telah mengirimkan kegagalan kepadaku agar dimasa
depan aku bisa lebih berusaha. Terima kasih telah memberiku rasa sakit
agar dimasa depan aku bisa menjadi lebih bersyukur. Terima kasih untuk
setiap detak jantung dan hembusan nafasku. Terima kasih telah memberi
kesempatan kepadaku untuk merasakan lagi sinar matahari disetiap pagi.
Dan akhirnya, Allah... Terima kasih telah menjadikan aku sebagai diriku.
Hamba-Mu,
Dalila Nurqifthiyyah
Rabu, 16 Mei 2012
Selamat Ulang Tahun, Qifthy!
16 Mei 2012..
Selamat Ulang Tahun, Qifthy!
Hari ini, usia bertambah satu. Jatah kehidupan berkurang satu. Alhamdulillah masih dikasih kesempatan untuk bisa memperbaiki kesalahan ditahun-tahun sebelumnya. Alhamdulillah masih banyak orang yang mendoakan, semoga segala doa di ijabah Allah, semoga semua pemberi doa di balas kebaikan oleh Allah.. :)
Hari ini, 21 tahun hidup di dunia. Terima kasih untuk malaikat tak bersayap utusan Allah, Mama dan Ayah. Yang tidak pernah berhenti mendoakan, menyemangati dan menghibur. Terima kasih untuk segala kasih sayang, doa dan pengertian yang tak berbatas.
Semoga qifthy bisa jadi anak solehah yang kelak bisa menjadi ladang pahala untuk mama dan ayah. Semoga qifthy bisa selalu membahagiakan mama dan ayah dengan segala perjuangan qifthy.
Maaf untuk segala dosa yang pernah qifthy perbuat, yang menyakiti hati mama dan ayah. Kelak, semoga qifthy bisa menjadi seperti ayah yang tidak pernah berhenti dan patah semangat untuk terus membahagiakan keluarga. Semoga qifthy bisa menjadi seperti mama, menjadi istri yang setia, menjadi ibu yang bertanggung jawab dan penuh kasih dalam kondisi apapun. :)) Dan untuk my big family, THANK YOU MUCH!
Terima kasih untuk Sahabat, Ajeng Yuli Fitriana. Yang selama hampir 6 tahun ini jadi sahabat gue.
Makasih udah jadi pendengar yang baik buat gue. Menjadi sahabat yang selalu ada disaat gue butuh. Menjadi penyemangat disaat gue rapuh. Menjadi penghibur disaat gue sedih. Makasih udah mau jadi sahabat gue.
Maaf ya Jeng, jika selama ini ada salah kata atau tindakan gue. Jadi sahabat lo itu hadiah Allah banget. Siapa sangka coba, seorang Dalila Nurqifthiyyah yang sangat amat biasa ini jadi sahabat seorang Ajeng Yuli Fitriana? Semoga persahabatan kita bisa seterusnya. Jangan pernah bosen dan capek jadi sahabat gue ya Jeng. Karna lo, gue percaya masih ada orang yang bener-bener tulus jadi sahabat gue :") Oh iya, makasih untuk birthday cake nya, ENAK!
Terima kasih untuk Acha, Amel, Etty dan Erlin. Makasih belleeee...
Makasih ya untuk buku Think Dinarnya :) Makasih juga udah mau jadi pelipur lara saat dikampus, makasih juga untuk segala kebaikan, pengertian, semangat yang kalian kasih.
Maaf kalau gue sering erorr. Makasih untuk selalu bisa nerima gue lagi setelah ke-erorr-an gue. Makasih untuk segala tawa hingga tangis selama kurang lebih 3 tahun ini. Semoga kelak, kita masih bisa bersahabat dan masih bisa berbagi kebahagiaan dan kesedihan. :")
Terima kasih untuk semua orang yang mengucapkan dan mendoakan..
Semoga doa yang kalian panjatkan di ijabah oleh-Nya. Semoga kalian mendapat kebaikan dari doa kalian juga.
Terima kasih untuk semua orang yang tidak mengucapkan,
Semoga tetap terselip nama gue disetiap doa kalian. :")
Yang terpenting, Terima kasih Allah untuk segala nikmat selama ini. Terima kasih untuk orang yang pernah Engkau ijinkan hadir dihidupku.
Semoga usia ini bisa menjadi penambah pahala dan pengurang dosa. Semoga aku bisa lebih bermanfaat, semoga kelak akan ada sesuatu yang bisa aku berikan untuk orang tua ku, untuk agama ku dan untuk orang-orang disekitarku. :))
Dengan Penuh Cinta,
-Qifthy-
Rabu, 18 April 2012
Teruntuk yang melukaiku
Teruntuk semua yang menyakitiku,
Entah harus bagaimana sebenarnya untuk menyapa kalian. . .
Entah juga harus darimana aku memulai. . .
Sebelumnya, aku ingin bertanya satu hal. . .
Pernakah kalian mengalami luka fisik akibat goresan benda tajam? Jika pernah, pernah kah kalian menetesi luka itu dengan air jeruk? Taukah kalian bagaimana rasa sakit yang akan timbul dari luka itu? Perih bukan?
Ya! Itulah yang kali ini aku rasakan. . . Terluka. Perih. Seperti luka itu.
Aku tidak pernah bahkan sama sekali tidak pernah terpikir bahwa aku akan mendapatkan luka itu. Apalagi, dari orang yang begitu mengenal diriku, yang begitu dekat denganku. Tempat aku berbagi kebahagiaan, tempat aku menumpahkan kekecewaan, tempat aku melarikan diri dari masalahku selama ini.
Apakah selama ini tingkahku membuat kalian muak dan lalu membalas dengan menorehkan luka ini agar aku mengerti?
Apakah kalian tidak menyadari betapa besar kasih sayangku untuk kalian? Sehingga akan menjadi sulit untukku menyembuhkan luka dan kemudian berdamai dengan kalian. Karena sayangku yang begitu besar terhadap kalian sehingga menimbulkan kekecewaan yang juga begitu besar.
Tolong, jangan paksa aku untuk segera menyembuhkan luka ini. Karena proses seperti itu akan membuat luka ini meradang. Biarkan saja imun tubuhku yang akan dengan sendiri menyembuhkannya, tanpa aku tau kapan luka ini akan benar-benar sembuh dan tidak meninggalkan bekas. Bersabarlah. Seperti aku yang bersabar menahan perih demi menyembuhkan luka ini.
Selasa, 17 April 2012
Tuhan, Aku cinta pada-MU
Ketika kumohon pada Tuhan kekuatan,
Tuhan memberiku kesulitan agar aku menjadi kuat. . .
Ketika kumohon pada Tuhan kebijaksanaan,
Tuhan memberiku masalah untuk kupecahkan. . .
Ketika kumohon pada Tuhan kesejahteraan,
Tuhan memberiku akal untuk berpikir. . .
Ketika kumohon pada Tuhan keberanian,
Tuhan memberiku kondisi bahaya untuk kuatasi. . .
Ketika kumohon pada Tuhan sebuah cinta,
Tuhan memberiku orang-orang bermasalah untuk kutolong. . .
Ketika kumohon pada Tuhan bantuan,
Tuhan memberiku kesempatan. . .
Aku tak pernah menerima apa yang kupinta,
Tapi aku menerima segala yang kubutuhkan. . .
Doaku terjawab sudah. . .
Terima kasih ya Tuhan, Engkaulah sebaik-baiknya pengabul harapan. . .
Langganan:
Postingan (Atom)




