Minggu, 14 Juni 2015

Semestamu...

0 komentar

Sudah hampir dua bulan sejak terakhir kali aku bercerita tentangmu. Padahal saat itu aku memutuskan untuk terus bercerita tentangmu agar kelak semesta tau bahwa aku sungguh sungguh menginginkanmu. Aku memutuskan untuk terus mendeskripsikan kamu agar kelak semesta tau siapa yang begitu aku inginkan.

Dua bulan berlalu namun rasanya semesta masih ragu akan kesungguhanku. Semesta sepertinya masih tak mampu mencerna pendeskripsianku tentangmu. Dan aku sepertinya kehabisan tenaga untuk bercerita. Aku sepertinya mulai kehilangan gairah untuk meminta. Aku sepertinya mulai jenuh untuk tetap berharap.

Haruskah aku berhenti bercerita, meminta dan berharap tentangmu?

Jika iya, lantas bisakah sekali saja aku meminta agar semesta rela membuatku lupa apa apa tentangmu?

Jika tidak, lantas bisakah sekali saja aku meminta agar semesta rela membuatnya tak lupa apa apa tentangku?

Kamis, 23 April 2015

Should I Give Up?

0 komentar

Hari ini kamu tak terlihat. Aku tak dapat menemukanmu dimanapun. Sepertinya kamu mulai mengurangi kemunculanmu (lagi). Sepertinya memang hanya aku yang terlalu berpikir jauh. Sepertinya memang kamu belum tau bahwa semua ini tentangmu. Tapi biarlah, anggap saja kamu sudah tau. Anggap saja kamu mendengarku setiap waktu.

Hari ini aku lelah. Sedih pula. Ingin rasanya menyerah begitu saja. Aku harus bagaimana? Menyerah atau tetap bertahan? Beri aku saran.

Ps: Aku akan bertahan sekali lagi jika kamu 'menyapaku' hari ini sekali saja.

Rabu, 22 April 2015

I Wanna Give You 'Love'

0 komentar

Hai, kamu yang lagi-lagi masih tetap sama.

Pagi ini aku melihatmu sekali. Namun aku rasa kamu tak menyadari keberadaanku. Aku pun tak menyapamu. Ah, rasanya ingin sekali aku bisa bebas menyapamu setiap pagi. Bahkan jika bisa, setiap hari.

Pagi ini kamu manis. Membuat senyumku terukir tanpa aku sadari. Aku tak percaya setelah aku pikir semua rasa ini sudah mati rasa dan pergi entah kemana, ternyata sebenarnya kamu masih singgah di sana (di hatiku) dan hanya tetap kamu.

Kamu tau? Pagi ini ada yang ingin aku berikan padamu namun aku ragu. Aku takut kamu tak menyukainya. Aku juga taku kamu risih karenanya. Apa aku boleh memberikannya untukmu? Memberi satu hati berwarna merah. Ya, I wanna give you 'love'.

Ps: Kamu belum menjawab pertanyaanku kemarin.

Selasa, 21 April 2015

Hari Ketiga dan Masih Untukmu

0 komentar

Hari ketiga dan masih untukmu.

Jangan bosan dulu membaca tulisan tulisanku, karna sepertinya aku sudah memantapkan hatiku untuk terus menulis tentangmu, mungkin sampai kamu benar benar menyadari bahwa dari tiga tahun lalu, semua itu tentangmu. Jika pada saat itu kamu menyadari, aku harap kamu tidak melarikan diri.

Hari ini aku tak melihatmu dimana pun. Kamu baik baik saja? Huh. Di saat seperti ini, saat aku tak bisa menemuimu dimanapun, aku berharap kamu rela bertukar contact pribadimu. Agar kelak aku dapat menuliskan pesan pesan rindu untukmu (walau pasti hanya berakhir menjadi draft).

Ah iya, apakah kamu sudah tau apa yang hebat dari jatuh cinta?

Tidak ingin kah kamu tau?

Maka jatuh cintalah.


Kepadaku.

Ps: selamat bekerja..... dan jatuh cinta! :)

Senin, 20 April 2015

(Menurutku) Ini Sapaanmu

0 komentar

Siang ini, satu lagi aku tulis untuk kamu yang masih tetap sama.

Kelak mungkin blogku akan kembali ramai dengan tulisan tulisan seperti ini. Yang masih tentangmu, dengan rasa yang masih tetap sama namun ku harap dengan cerita yang berbeda.

Kamu mungkin tak mengerti bagaimana aku begitu mengagumimu. Tak perlu kamu cari tau sedalam apa aku mengagumimu. Yang jelas selama tiga tahun ini rasaku tak berubah, meski sempat mati rasa. Tak mengerti pula bagaimana rasa ini ada, tiga tahun pula aku tak tau jawabannya.

Sepertinya kamu sudah mulai paham ya? Atau memang (masih) hanya aku yang berpikir terlalu jauh? Tapi entahlah aku merasa ada yang berbeda. Meski kamu tak bermaksud seperti itu, tapi terima kasih telah membuatku tersenyum ceria sesaat terbangun dari mimpi. Terima kasih karna setidaknya kamu lagi-lagi membuat pagiku ceria.

Hari ini mungkin aku harusnya aku sudah muram luar biasa karna tak disapa atasanku sekalipun, tapi berkat (mungkin hanya menurutku) sapaanmu pagi ini, hatiku mampu menghasilkan rasa ceria luar biasa yang mampu mengalahkan segala muram hari ini.

Sekali lagi, terima kasih telah menyapaku pagi ini. Aku (masih) menanti sapaanmu hari hari selanjutnya.

Ps: kamu tau apa yang hebat dari jatuh cinta?

 

cinderlila's diary Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template