Rabu, 18 April 2012

Teruntuk yang melukaiku

0 komentar
Teruntuk semua yang menyakitiku,

Entah harus bagaimana sebenarnya untuk menyapa kalian. .  .
Entah juga harus darimana aku memulai. . .

Sebelumnya, aku ingin bertanya satu hal. . .
Pernakah kalian mengalami luka fisik akibat goresan benda tajam? Jika pernah, pernah kah kalian menetesi luka itu dengan air jeruk? Taukah kalian bagaimana rasa sakit yang akan timbul dari luka itu? Perih bukan?
Ya! Itulah yang kali ini aku rasakan. . . Terluka. Perih. Seperti luka itu.

Aku tidak pernah bahkan sama sekali tidak pernah terpikir bahwa aku akan mendapatkan luka itu. Apalagi, dari orang yang begitu mengenal diriku, yang begitu dekat denganku. Tempat aku berbagi kebahagiaan, tempat aku menumpahkan kekecewaan, tempat aku melarikan diri dari masalahku selama ini. 

Apakah selama ini tingkahku membuat kalian muak dan lalu membalas dengan menorehkan luka ini agar aku mengerti? 
Apakah kalian tidak menyadari betapa besar kasih sayangku untuk kalian? Sehingga akan menjadi sulit untukku menyembuhkan luka dan kemudian berdamai dengan kalian. Karena sayangku yang begitu besar terhadap kalian sehingga menimbulkan kekecewaan yang juga begitu besar.

Tolong, jangan paksa aku untuk segera menyembuhkan luka ini. Karena proses seperti itu akan membuat luka ini meradang. Biarkan saja imun tubuhku yang akan dengan sendiri menyembuhkannya, tanpa aku tau kapan luka ini akan benar-benar sembuh dan tidak meninggalkan bekas. Bersabarlah. Seperti aku yang bersabar menahan perih demi menyembuhkan luka ini

Selasa, 17 April 2012

Tuhan, Aku cinta pada-MU

0 komentar

Ketika kumohon pada Tuhan kekuatan,
    Tuhan memberiku kesulitan agar aku menjadi kuat. . .

Ketika kumohon pada Tuhan kebijaksanaan,
    Tuhan memberiku masalah untuk kupecahkan. . .

Ketika kumohon pada Tuhan kesejahteraan,
    Tuhan memberiku akal untuk berpikir. . .

Ketika kumohon pada Tuhan keberanian,
    Tuhan memberiku kondisi bahaya untuk kuatasi. . .

Ketika kumohon pada Tuhan sebuah cinta,
    Tuhan memberiku orang-orang bermasalah untuk kutolong. . .

Ketika kumohon pada Tuhan bantuan,
    Tuhan memberiku kesempatan. . . 

Aku tak pernah menerima apa yang kupinta,
    Tapi aku menerima segala yang kubutuhkan. . .

Doaku terjawab sudah. . .
    Terima kasih ya Tuhan, Engkaulah sebaik-baiknya pengabul harapan. . .



-Kisah Pencinta Doa-

Senin, 30 Januari 2012

Teruntuk Masa Lalu

0 komentar
Teruntuk 'masa lalu',

Hai! Kamu apa kabar? Baikkah? Sehatkah? Sakitkah? Atau sudah tiadakah? Aku doakan semoga baik-baik saja ya ☺ *tuh lihat betapa baiknya aku kan? Masih saja mendoakanmu* Aku disini baik-baik saja, malah sangat-sangat baik.. Lebih baik setelah tidak bersamamu, walau awalnya aku akui memang berat, tapi lihat, sekarang aku lebih dan lebih bahagia..

Sedang apa kamu? Sedang tertawa bersama pasanganmu kah? Sedang mengkhawatirkan pasanganmu kah? Atau malah sedang bersama 'pasangan lainnya'? *uppsss* mianhe, aku keceplosan :p aku baru saja pulang kuliah, hari ini aku uas, pusing sekali.. Tapi jangan mengkhawatirkanku, aku senang karna pasanganku juga melaluinya bersamaku, baru saja dia mengkhawatirkanku, mengirim pesan untuk memastikan aku baik-baik saja.

Bagaimana hubungan kamu setelah memutuskan meninggalkan aku begitu saja? Masih bersama yang waktu itu kah? Atau sudah ada yang lain? Sudah berapa lama? Ayolah kenalkan padaku. Tenang, aku tidak akan merusaknya^^ setelah tidak bersamamu aku bertemu seseorang yang benar-benar tulus kepadaku. Tapi tentunya tidak cepat menemukannya, tidak seperti kamu *uppss aku keceplosan lg* mau kah aku kenalkan dengan seseoarang yang sudah 2 tahun ini bersamaku? Ah rasanya aku ingin sekali berbagi kebahagiaanku denganmu.

Oia, waktu itu menghubungiku ada apa? Maaf ya, sepertinya waktu itu aku sedang sibuk menghabiskan waktu ku dengan seseorang yang tadi aku ceritakan. Kenapa kamu menghubungiku? Ah aku bisa menebak, kamu mau cerita kan kalau kamu punya masalah? Ah aku tidak sok tahu, hanya saja tidak sengaja waktu itu aku melihat status salah satu jejaring sosialmu sedang bersedih dan mengeluh.

Sudahlah jangan terlalu dipikirkan! Hidup kan tidak melulu bahagia. Seperti waktu kamu dan aku masih membentuk kata 'kita', saat itu sepertinya aku yang banyak mengalah, banyak menangis dan bersedih, jadi mungkin sekarang ini waktumu. Untuk sedikit saja merasakan bagaimana jadi aku saat itu. Nikmati sajalah.. Dan belajarlah dari sana itu.. Arra?

Yasudahlah, itu saja yang ingin aku tulis.. Semoga kamu baca ya!


Salam dariku,



Seseorang dimasa lalu mu




Ps: Oia, terima kasih ya sudah meninggalkan aku begitu saja saat itu. :)

Kamis, 26 Januari 2012

Aku Benci Dikalahkan

0 komentar
Teruntuk semua yang mengalahkanku,

Entah harus bagaimana aku menyapa. Sesungguhnya ini bukan surat cinta. Jadi jangan harap kalian akan tersenyum senang membacanya.

Apakah kalian senang mengalahkanku? Ah. Rasanya aku benci sekali.

Aku sungguh benar-benar sebal mengetahui kenyataan bahwa aku dikalahkan. Apalagi ketika yang mengalahkanku tidak berjuang seperti perjuangan yang aku rasakan. Apakah kalian tau betapa letihnya menjalani perjuangan ini? Tidak bisakah kalian mengalah? Biarkan saja aku yang menang.

Aku berjuang untuk segala hal dalam hidupku. Dengan sangat susah payah. Dan kalian tau kah rasanya dikalahkan setelah perjuangan yang begitu melelahkan?

Bukan aku tidak bisa turut bahagia melihat kememangan kalian, aku bisa, itu sangat mudah untukku. Tapi aku juga tidak bisa menyembunyikan kebencianku. Tidak! Aku tidak benci kepada kalian. Aku benci terhadap diriku. Bagaimana bisa aku menghadiahkan kekalahan terhadap rasa lelah perjuanganku? Memalukan bukan? Setidaknya itu alasanku.

Karna sungguh, akan sangat sulit untukku untuk bisa bangkit setelah dikalahkan. Perjuangan itu sudah cukup melelahkan, dan aku harus kembali bangkit dari kekalahan. Sangat lelah bukan? Mengeluarkan dua kali energi yang seharusnya bisa aku lakukan untuk hal lainnya. Perlu waktu yang lama, sangat lama, sangat sangat lama.

Dan jangan berpikir aku tidak akan bangkit. Aku akan bangkit dan kembali berjuang. Tapi, percayalah akan tetap tersimpan dimemory otakku kekalahan itu. Bukankah itu juga melelahkan? Butuh tenaga untuk mengingat memory tidak mengenakan, dan itu sungguh membuang waktu ku.

Jadi, tidak bisakah kalian mengalah?




Salam dari aku yang kalian kalahkan.

Rabu, 25 Januari 2012

Kepada Rupiah 1 Tiket Navy Blue

0 komentar
Kepada Rupiah 1 Tiket Navy Blue,

Hai, Dimana kamu berada sekarang? Apa kamu baik-baik saja disana? Kapan kamu akan pulang? Pulang kemana? Ah apa kamu sudah melupakan aku? Mungkin kamu marah ya karena aku menggunakanmu untuk hal yang tidak terlalu penting? Maafkan aku ya :(

Ayolah segera pulang, aku berjanji sesampainya kamu pulang aku akan memberikanmu liburan. Apakah kamu mau? Menginap disalah satu bank bersama temanmu lainnya. Kamu pasti tidak akan kesepian. Ohya... Aku lupa sekarangpun kau tidak kesepian ya? Kau kan bersama rupiah-rupiah lainnya. Sangat banyak ya, 3000 tiket jenis lainnya.

Hei, bilang kepada yg membawamu, iya promotor itu untuk segera memulangkanmu kepadaku. Oke? Apa? Aku saja yang bilang? Sudah.. Aku sudah melakukannya, dan mereka bilang kamu sedang dalam proses untuk pulang.

Aku tidak menyalahkan mereka membawamu pergi. Aku percaya mereka sedang berusaha membawamu pulang, seperti aku yang selalu berusaha dengan doa agar kau cepat kembali. Iya, sekarang aku hanya bisa usaha dengan doa.

Hai, apakah kamu tau? Karena kamu dan teman-temanmu yang belum kembali juga, membuat hari yang lainnya penuh dengki, maki dan sejenisnya. Ya aku pernah juga mengalami hal seperti itu, tapi aku lelah. Bukan, bukan aku tidak mau kamu kembali, tapi bukankah setiap hal itu ada resikonya? Ya seperti saat aku berani menggunakan kamu untuk membeli 1 tiket navy blue itu, aku juga harus sudah siap dengan segala resiko. Aku sudah terlalu lelah untuk ikut memaki, menghujat salah satu pihak.

Sekarang ya aku hanya menunggu usaha yang selama ini mereka janjikan. Ya jika didunia ini mereka tidak bisa menepati janjinya untuk membawamu pulang kepadaku, aku masih bisa menuntut mereka diakhirat nanti kan? Langsung kepada Allah..

Aku nantikan kamu pulang ya, segeralah pulang. Aku pastikan akan lebih nyaman berada bersamaku orang yang susah payah mencarimu, daripada dengan orang asing yang akan mengahambur-hamburkanmu.


Salam rindu,



Aku yang menantikanmu pulang.
 

cinderlila's diary Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template