Minggu, 30 Juni 2019

Expected Unexpected -1-

0 komentar

Kringgggg...

"Cepet banget sih udah pagi aja." Ku matikan alarm di handphone, yang ku lanjutkan dengan memeriksa beberapa pesan masuk. Dari sekian banyak pesan yang masuk, aku hanya membuka dua pesan dari dua orang berbeda namun dengan nama yang sama, setidaknya di kontak ponselku.

From : Mine
Message : Aku hari ini pulang, akan sampai di rumah jam 10:00. Gak perlu masak, aku sampai kita langsung makan siang di luar ya. Aku kangen.

Ku baca pesan itu dan tanpa sadar seketika senyumku merekah di wajah yang belum ku cuci ini. Aku pun membaca satu pesan lainnya.

From : Mine
Message : Morning! Kita jadi nonton ya hari ini. Aku jemput jam 11:00. Love you!

Seharusnya setelah membaca pesan kedua ini aku akan bereaksi sama seperti membaca pesan sebelumnya. Namun tentu tidak hari ini, karena aku memilih menyanyikan sepenggal lirik dari lagu yang sesungguhnya tidak aku ketahui "Dan terjadi lagi~~~"

Sebelum kalian bingung membaca kisahku yang memang rumit ini, biar ku jelaskan terlebih dahulu. Pesan pertama berasal dari dia yang memang sudah menjadi milikku setelah ia resmi membaca akad di depan orang tuaku, tujuh bulan lalu. Pesan kedua berasal dari dia yang menganggapku adalah miliknya meski ia tau persis bagaimana statusku sekarang ini. Aku sengaja menyimpan nomor keduanya dalam satu nama, untuk memperkecil kecurigaan orang lain. Toh, aku sangat mampu membedakan keduanya hanya dari gaya menulisnya.

Aku rasa cukup sampai di sini perkenalanku tentang keduanya. Seiring berjalannya ceritaku, kalian pasti akan menjadi (yang paling sok) tau tentang cerita ini.

Aku memilih membalas pesan kedua, membatalkan janji menonton film terbaru yang sudah kita rencanakan sejak dua minggu lalu.

To : Mine
Message : Batal ya. Aku hubungi lagi nanti.

Dan tanpa perlu menunggu berlama-lama, pesan balasan sudah aku terima "Ok, kamu have fun ya."

Sama seperti sebelum-sebelumnya, ini bukan kali pertama aku membatalkan janji dengannya. Tanpa perlu ku jelaskan panjang lebar, ia sudah sangat mengerti apa alasan yang membuatku membatalkan janji itu. Yang sebenarnya masih tidak aku mengerti mengapa ia memilih tetap bertahan.

Bagaimana? Apakah sepenggal kisahku ini sudah membuat kalian ingin menyerngitkan dahi? Apakah sepenggal kisahku ini sudah membuat kalian ingin memaki?

Aku ceritakan lagi nanti ya. Aku harus bersiap terlebih dahulu, untuk menyambut dia yang sudah lama aku rindukan. Sambil menunggu aku memiliki waktu kembali untuk bercerita, silahkan siapkan mental terlebih dahulu.

*to be continued*

Kamu Sebenarnya Tau

0 komentar

Hari terakhir di bulan Juni, 01:18 WIB.

Hari ini seharusnya aku lelah, menghabiskan banyak waktu juga energi di luar rumah. Seharusnya aku sudah terlelap, mewujudkan banyak hal dalam mimpi yang tidak bisa ku wujudkan saat terjaga. Namun ternyata mata tak mampu terpejam, raga pun menolak berdiam.

Tidak ada banyak hal yang bisa ku lakukan di jam ini. Sampai akhirnya hati memilih untuk kembali mengingat beberapa memori yang pernah terjadi. Beberapa membuatku tersipu ketika membayangkan. Beberapa lagi membuatku begitu merindu pada ia yang kala itu tak terpisahkan.

Seperti tak ingin merindu seorang diri, aku ingin kamu juga tau bahwa meski kini mungkin jemari kita tak mampu saling menggenggam, meski kini mungkin hati kita tak mampu saling memahami, meski kini mungkin raga kita tak mampu saling memeluk, semoga ingatan kita tak mampu melupakan bahwa jemari kita pernah bergenggaman begitu erat, hati kita pernah jadi yang begitu memahami, dan raga kita pernah berpelukan tuk saling menguatkan.

Tulisan ini tak ku tulis untuk memaksamu mengerti, tulisan ini juga tak ku tulis untuk memintamu kembali. Tulisan ini ku tulis untuk berjaga jika kelak kamu merindukanku, kamu tau bahwa aku sudah terlebih dulu merindukanmu. Dan ku yakin kamu sebenarnya tau.

Kamis, 27 Juni 2019

Juni 2019

0 komentar

Juni 2019,

Setelah kurang lebih satu tahun sejak benar-benar sama sekali gak punya ide untuk nulis apapun di blog ini, malam ini tetiba ingin nulis meski tanpa ide apapun. Masih sama, masih gak tau harus nulis apa karena kalau ditinjau ulang blog ini isinya hanya tentang seseorang yang sudah lama pergi. Tentang rasa yang sudah lama tidak lagi singgah sampai rasanya yang empunya tidak lagi percaya bahwa rasa itu benar ada.

Tapi kemudian, belum lama rasa itu kembali tiba.

Begitu saja. Membawa kembali sepercik hangat yang mungkin nyatanya begitu dirindukan.

Begitu mudah. Meruntuhkan pertahanan yang mungkin nyatanya tidak benar-benar ada.

Begitu sederhana. Memotong segala kerumitan yang mungkin nyatanya sekedar dibuat-buat.

Meski entah apakah kemudian rasa ini bertahan atau hanya sekedar singgah sementara...

Terima kasih.

Jumat, 13 April 2018

Bagiku....

0 komentar


Beberapa hari ini, ada beberapa hal yang mengganjal hatiku. Ketika keimanan seseorang dipertanyakan hanya dari tampak luar media sosialnya. Hanya dari berapa sering ia menyebarkan dalil-dalil kebaikan di media sosialnya. Hanya dari seberapa cepat ia memperlihatkan dirinya yang berhijrah.

Tapi, bagiku...

Tidak pernah memposting tentang agama bukan berarti tidak beragama. Hanya untuk sebagian dari mereka, ibadahnya cukuplah ia dan Tuhannya yang tau. Sebagian dari mereka tidak berdoa dengan hastag, tapi diam-diam di pertiga malam.

Sebarkanlah walau hanya satu ayat. Tidak hanya tentang memposting ceramah, dalil, atau petikan hadist. Tapi juga tentang berlaku baik pada sesama. Mengajarkan ilmu baru kepada teman di sekolah atau rekan kerja. Menghargai setiap ciptaan-Nya. Berbagi makanan kepada tetangga. Menjadi pendengar yang baik untuk mereka yang sedang terluka hatinya. Bertoleransi kepada pemeluk agama lainnya. Bukankah Rasul kita pun seperti itu? Menyebarkannya secara nyata dengan cara yang indah.

Hijrah pun bukan hanya sekedar tampilan luar yang berubah. Tapi juga tentang bagaimana caramu memandang mereka yang masih dalam langkah belajar. Bisakah tidak mencemoohnya? Tidak mendosa-dosakannya? Jangan sampai kehijrahanmu membuat ia takut, takut untuk maju atau bahkan ia memilih berbalik arah karena yang ia lihat di depannya hanya seseorang sepertimu yang begitu mudah menghakimi...


Minggu, 08 April 2018

Tunggu...

0 komentar
Halo! Halo!


Udah lama banget ternyata ya dari postingan terakhir. Udah lama banget sebenarnya mau memulai lagi, tapi bingung mau nulis tentang apa? Mau ngelanjutin tulisan tentang perjalanan di Jepang, tapi ingatan sudah mulai melupa. Mau nulis surat cinta, tapi cinta masih belum juga datang meski sudah 6 kali purnama.  Mau nulis tips, tips apa? Tips bertahan menjadi jomlo 6 kali purnama? Mau nulis curahan hati, tapi ya apa gunanya kita punya Tuhan kalau curhatnya di blog, begitu bukan?

Jadilah tulisan pertama setelah 10 bulan gak lagi ngeblog adalah tulisan semacam postingan ini, agak sedikit banyak tidak jelas—gimana?

10 bulan belakangan ini, ternyata hidup masih penuh kejutan, seperti naik roller coaster—bukan sepeda—banyak naiknya tapi sekalinya turun dahsyaaaattt, kak! Alhamdulillahnya, masih bisa naik meski harus diputar 360 derajat dulu. Sebenarnya banyak banget cerita yang pengen banget dibagi, barangkali kita ada diposisi yang sama dan lalu bertukar pikiran. Tapi kadang gue ragu, buat apa diceritakan? Bisa jadi orang lain juga sudah terlalu muak dengan jalan cerita hidupnya masing-masing.

Yang mungkin menjadi satu alasan kemudian terlihat menjauh.

Tunggu... Bagaimana caranya agar kalimat di atas tidak terlihat seperti alasan tapi menjadi penjelasan?

Di balik 10 bulan belakangan yang penuh kejutan, ternyata hidup masih semenarik berkenalan dengan banyak orang baru dan menjadi begitu dekat dalam hitungan minggu. Semenarik berada di situasi canggung dengan orang yang sudah begitu lama dikenal dan menjadi asing dalam banyak hal.

Yang mungkin menjadi satu tambahan alasan kemudian terlihat angkuh.

Tunggu... bagaimana caranya agar kalimat di atas tidak terlihat seperti alasan tapi menjadi penjelasan?

Dan ternyata 10 bulan belakangan ini mengajarkan lagi satu hal, bahwa hidup masih tentang bertahan dan mempertahankan. Bertahan untuk tetap diam meski terlihat menjauh atau mempertahankan cerita yang ada agar tidak terlihat angkuh.

Tunggu... bagaimana caranya agar postingan ini tidak menjadi masalah?

 

cinderlila's diary Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template